Berita & Pengumuman

Informasi terbaru seputar kegiatan, agenda paroki, dan pengumuman sakramen.

Menampilkan 12 berita

Halaman 1 dari 2

Katedral Santo Yosef
Pesparani Katolik II Kalbar 2026 Diikuti 10 Kontingen, Tiga Kategori Paduan Suara Dilombakan
Berita Paroki

Pesparani Katolik II Kalbar 2026 Diikuti 10 Kontingen, Tiga Kategori Paduan Suara Dilombakan

PONTIANAK – Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik II Kalimantan Barat tahun 2026 berlangsung pada 16–17 Oktober 2026 dengan melibatkan sekitar 444 hingga 450 peserta dan ofisial dari 10 kontingen kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi Kalimantan Barat ini mempertandingkan tiga kategori paduan suara liturgi. Para peserta merupakan perwakilan kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat yang telah melalui seleksi di daerah masing-masing. Tiga kategori yang diperlombakan meliputi Paduan Suara Orang Muda Katolik (PS-OMK), Paduan Suara Dewasa Wanita (PSDW), dan Paduan Suara Gregorian Dewasa Pria (PSGDP). Rangkaian kegiatan diawali dengan Misa Pembukaan pada Jumat, 16 Oktober 2026 pukul 14.00 WIB di Gereja Katedral Santo Yosep Pontianak. Misa dipimpin oleh Mgr. Samuel Oton Sidin, OFMCap, bersama sejumlah imam konselebran. Pembukaan Pesparani juga ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tujuh kali oleh Yosafat Triadhi Andjioe, ST., MM., Staf Ahli Gubernur bidang Pembangunan dan Ekonomi yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Barat. Dalam pesannya, Mgr. Samuel menegaskan bahwa Pesparani bukan sekadar perlombaan atau pertunjukan untuk menunjukkan kemampuan peserta di atas panggung. Menurutnya, Pesparani merupakan ungkapan iman yang diwujudkan melalui puji-pujian dan rasa syukur kepada Allah. Ia mengingatkan bahwa kegiatan ini tidak seharusnya hanya dipandang dari sudut pandang kompetisi. Lebih dari itu, Pesparani merupakan bentuk peribadatan dan persembahan kepada Allah. Ungkapan iman tersebut diwujudkan melalui pendarasan mazmur, ungkapan alkitabiah, serta nyanyian pujian dan syukur. Pesparani Katolik II Kalimantan Barat tahun 2026 mengusung tema “Pujilah Tuhan, Hai Segala Bangsa, Megahkanlah Dia, Hai Segala Suku Bangsa” yang diambil dari Mazmur 117:1, atau dalam bahasa Latin, Laudate Dominum, Omnes Gentes; Laudate Eum, Omnes Populi. Perlombaan berlangsung di dua lokasi. Kategori PS-OMK dilaksanakan di Aula Gedung Pasifikus Bos, sedangkan kategori PSDW dan PSGDP berlangsung di Gereja Katedral Santo Yosep Pontianak. Dalam hasil perlombaan, Kota Pontianak meraih juara pertama pada dua kategori, yakni Paduan Suara Orang Muda Katolik dan Paduan Suara Dewasa Wanita. Pada kategori Paduan Suara Orang Muda Katolik, Kota Pontianak menempati posisi pertama, disusul Kabupaten Kapuas Hulu di posisi kedua dan Kabupaten Sintang di posisi ketiga. Sementara itu, kategori Paduan Suara Dewasa Wanita menempatkan Kota Pontianak sebagai juara pertama, Kabupaten Melawi sebagai juara kedua, dan Kabupaten Kapuas Hulu sebagai juara ketiga. Adapun pada kategori Paduan Suara Gregorian Dewasa Pria, Kabupaten Sanggau meraih juara pertama, diikuti Kota Pontianak di posisi kedua dan Kabupaten Melawi di posisi ketiga. Melalui Pesparani, umat Katolik dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat mengambil bagian dalam perayaan iman melalui seni suara liturgi. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan antardaerah sekaligus menghayati pujian dan syukur kepada Allah. (R.Kyato/Komsos)

18 Oktober 2026
Baca →
Katedral Santo Yosef
Pesparani Katolik II Kalbar 2026 Diikuti 10 Kontingen, Tiga Kategori Paduan Suara Dilombakan
Berita Paroki

Pesparani Katolik II Kalbar 2026 Diikuti 10 Kontingen, Tiga Kategori Paduan Suara Dilombakan

PONTIANAK – Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik II Kalimantan Barat tahun 2026 berlangsung pada 16–17 Oktober 2026 dengan melibatkan sekitar 444 hingga 450 peserta dan ofisial dari 10 kontingen kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi Kalimantan Barat ini mempertandingkan tiga kategori paduan suara liturgi. Para peserta merupakan perwakilan kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat yang telah melalui seleksi di daerah masing-masing. Tiga kategori yang diperlombakan meliputi Paduan Suara Orang Muda Katolik (PS-OMK), Paduan Suara Dewasa Wanita (PSDW), dan Paduan Suara Gregorian Dewasa Pria (PSGDP). Rangkaian kegiatan diawali dengan Misa Pembukaan pada Jumat, 16 Oktober 2026 pukul 14.00 WIB di Gereja Katedral Santo Yosep Pontianak. Misa dipimpin oleh Mgr. Samuel Oton Sidin, OFMCap, bersama sejumlah imam konselebran. Pembukaan Pesparani juga ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tujuh kali oleh Yosafat Triadhi Andjioe, ST., MM., Staf Ahli Gubernur bidang Pembangunan dan Ekonomi yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Barat. Dalam pesannya, Mgr. Samuel menegaskan bahwa Pesparani bukan sekadar perlombaan atau pertunjukan untuk menunjukkan kemampuan peserta di atas panggung. Menurutnya, Pesparani merupakan ungkapan iman yang diwujudkan melalui puji-pujian dan rasa syukur kepada Allah. Ia mengingatkan bahwa kegiatan ini tidak seharusnya hanya dipandang dari sudut pandang kompetisi. Lebih dari itu, Pesparani merupakan bentuk peribadatan dan persembahan kepada Allah. Ungkapan iman tersebut diwujudkan melalui pendarasan mazmur, ungkapan alkitabiah, serta nyanyian pujian dan syukur. Pesparani Katolik II Kalimantan Barat tahun 2026 mengusung tema “Pujilah Tuhan, Hai Segala Bangsa, Megahkanlah Dia, Hai Segala Suku Bangsa” yang diambil dari Mazmur 117:1, atau dalam bahasa Latin, Laudate Dominum, Omnes Gentes; Laudate Eum, Omnes Populi. Perlombaan berlangsung di dua lokasi. Kategori PS-OMK dilaksanakan di Aula Gedung Pasifikus Bos, sedangkan kategori PSDW dan PSGDP berlangsung di Gereja Katedral Santo Yosep Pontianak. Dalam hasil perlombaan, Kota Pontianak meraih juara pertama pada dua kategori, yakni Paduan Suara Orang Muda Katolik dan Paduan Suara Dewasa Wanita. Pada kategori Paduan Suara Orang Muda Katolik, Kota Pontianak menempati posisi pertama, disusul Kabupaten Kapuas Hulu di posisi kedua dan Kabupaten Sintang di posisi ketiga. Sementara itu, kategori Paduan Suara Dewasa Wanita menempatkan Kota Pontianak sebagai juara pertama, Kabupaten Melawi sebagai juara kedua, dan Kabupaten Kapuas Hulu sebagai juara ketiga. Adapun pada kategori Paduan Suara Gregorian Dewasa Pria, Kabupaten Sanggau meraih juara pertama, diikuti Kota Pontianak di posisi kedua dan Kabupaten Melawi di posisi ketiga. Melalui Pesparani, umat Katolik dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat mengambil bagian dalam perayaan iman melalui seni suara liturgi. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan antardaerah sekaligus menghayati pujian dan syukur kepada Allah. (R.Kyato/Komsos)

18 Oktober 2026
Baca →
Katedral Santo Yosef
Pet Blessing Katedral Pontianak: Meneladani St. Fransiskus Assisi, Umat Bawa Hewan Kesayangan Terima Berkat
Berita Paroki

Pet Blessing Katedral Pontianak: Meneladani St. Fransiskus Assisi, Umat Bawa Hewan Kesayangan Terima Berkat

PONTIANAK — Dalam rangka memperingati Yubelium 800 tahun wafatnya Santo Fransiskus dari Assisi, Paroki Katedral Santo Yosef Pontianak menghadirkan suasana yang berbeda pada Minggu (4/10/2026) dengan menyelenggarakan pemberkatan bagi hewan peliharaan ( Pet Blessing ). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.30 WIB di Basement Gedung Pasifikus Bos ini dipimpin langsung oleh RD. Tjhen Hendra. Kegiatan ini terbuka untuk masyarakat maupun umat yang ingin membawa hewan peliharaannya untuk mendapatkan berkat tampak antusias mendatangi lokasi acara dengan membawa hewan kesayangan mereka. Kehadiran berbagai jenis hewan peliharaan turut menyemarakkan suasana. Tidak hanya didominasi anjing dan kucing, beberapa umat juga membawa kelinci, marmut, ikan hias, ular, hingga kepiting untuk menerima percikan air suci. Dalam pesan penggembalaannya, RD. Tjhen Hendra menyampaikan bahwa pemberkatan ini terinspirasi dari keteladanan Santo Fransiskus dari Assisi yang dikenal sangat mencintai seluruh ciptaan Tuhan dan menyapa hewan-hewan sebagai "saudara dan saudari". Melalui unggahan di akun Instagram resmi Paroki Katedral Pontianak (@parokikatedralpontianak), pihak penyelenggara turut mengapresiasi kehangatan serta ketertiban suasana selama acara berlangsung. "Semuanya lucu-lucu dan anteng, enggak ada yang berantem. Karena mereka tahu hari ini adalah hari baik untuk mereka. Sama seperti Santo Fransiskus, ketika kita menyayangi, merawat, dan melindungi hewan, kita secara langsung sedang ikut serta memuji dan memuliakan Tuhan melalui karya seni ciptaan-Nya," tulis pengelola akun @parokikatedralpontianak dalam unggahan Instagram Story -nya. Melalui momen Pet Blessing ini, para pemilik hewan diajak untuk tidak sekadar memelihara, tetapi juga menumbuhkan kepedulian, kasih sayang, serta tanggung jawab nyata dalam merawat makhluk hidup. Menjaga kelestarian alam dan sesama ciptaan merupakan bagian dari panggilan iman manusia untuk merawat bumi sebagai rumah bersama dan membawa mereka dalam suasana doa dan ucapan syukur. Acara berlangsung penuh sukacita dan ditutup dengan doa bersama serta sesi foto para pemilik bersama hewan peliharaan mereka. Umat berharap kegiatan semacam ini dapat dilaksanakan secara berkala untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kepekaan terhadap lingkungan hidup. (R.Kyato / Komsos)

4 Oktober 2026
Baca →
Katedral Santo Yosef
Semarak Merah Putih di Katedral Pontianak: Umat Hadiri Misa Syukur Kemerdekaan RI ke-81
Berita Paroki

Semarak Merah Putih di Katedral Pontianak: Umat Hadiri Misa Syukur Kemerdekaan RI ke-81

PONTIANAK – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Gereja Katedral Santo Yosef Pontianak mengadakan misa syukur pada Senin (17/8/2026). Perayaan ekaristi khusus ini diselenggarakan sebagai wujud syukur atas kemerdekaan Indonesia ke-81 sekaligus momen untuk mendoakan kesejahteraan dan persatuan bangsa. Rangkaian peringatan kemerdekaan diawali dengan Upacara Bendera di halaman depan gereja. Upacara yang diiringi dengan nyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya ini menunjukkan semangat nasionalisme serta cinta tanah air yang kuat dari para umat. Hal tersebut sejalan dengan semboyan kebangsaan umat beriman, yakni "100% Katolik, 100% Indonesia" . Memasuki dalam gereja, suasana khidmat namun meriah sangat terasa. Berbeda dengan misa hari Minggu biasa, para petugas liturgi hingga sebagian besar umat yang hadir tampak mengenakan busana bernuansa merah putih. Semarak perayaan ekaristi ini juga semakin indah dengan iringan lagu-lagu pujian yang dibawakan oleh Koor Gregorius Agung (KGA). Perayaan Misa Kemerdekaan ini dipimpin oleh tiga orang imam. RP. Fransiskus Yosnianto, OFMCap sebagai selebran utama, didampingi oleh dua konselebran, yakni RD. Valerius Hilarion Tjhen Hendra dan RD. Leonardus Yoga Febriano . Selama misa berlangsung, doa-doa umat didaraskan secara khusus agar umat Katolik senantiasa memperjuangkan keadilan dan cinta kasih, serta memupuk kesatuan dan kerukunan, baik di dalam keluarga maupun bagi seluruh bangsa. Selain itu, doa juga dipanjatkan untuk mendukung usaha para wakil rakyat dalam menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera. Misa ditutup dengan berkat perutusan dan nyanyian lagu nasional Hari Merdeka, yang dilantunkan dengan penuh semangat oleh seluruh umat yang hadir. (R.Kyato/Komsos)

17 Agustus 2026
Baca →
Katedral Santo Yosef
Cetak Sejarah Baru, 17 Diakon Baru Resmi Ditahbiskan di Katedral Santo Yosef Pontianak
Berita Paroki

Cetak Sejarah Baru, 17 Diakon Baru Resmi Ditahbiskan di Katedral Santo Yosef Pontianak

PONTIANAK - Suasana syukur dan sukacita rohani menyelimuti Gereja Paroki Katedral Santo Yosef Pontianak pada Selasa, 4 Agustus 2026. Keuskupan Agung Pontianak kembali dikaruniai calon imam yang baru melalui Perayaan Ekaristi Pentahbisan Diakon yang berlangsung penuh khidmat mulai pukul 09.00 WIB. Misa Pentahbisan Agung ini dipimpin oleh Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Samuel Oton Sidin, OFMCap, selaku Uskup Penahbis Utama , dengan didampingi oleh Uskup Emeritus Mgr. Agustinus Agus, OP. Dalam ritus sakramental tersebut, Mgr. Samuel secara resmi menumpangkan tangan dan mentahbiskan 17 orang frater calon diakon menjadi Diakon Gereja Katolik. 17 diakon yang resmi ditahbiskan tersebut adalah: Imam Projo Keuskupan Agung Pontianak: Diakon Silvanus Purnomo Diakon Dominikus Irpan Ordo Fratrum Minorum Capuccinorum (OFMCap) : Diakon Petrus Kalut Kurniawan, OFMCap Diakon Bernardus Eben Nezer Sembiring, OFMCap Diakon Christopher Ricky, OFMCap Diakon Silvanus Eko, OFMCap Diakon Markus Tasu Kwere, OFMCap Diakon Fransiskus Yoga Adisena, OFMCap Diakon Kristian Apriyandi Pernando, OFMCap Diakon Silvester Egi Maryanto, OFMCap Kongregasi Pasionis (CP): Diakon Andreas Pisin, CP Diakon Fransiskus Dedyanto, CP Diakon Vinsensius De Paolo Sabindo, CP Diakon Nobertus Epo, CP Diakon Libertus Ragut, CP Diakon Petrus Melki, CP Diakon Patrisius Yoseph Eko Kelen, CP Perayaan Ekaristi dihadiri pula oleh 105 orang imam konselebran dari berbagai ordo, kongregasi dan imam diosesan. Kehadiran para pastor ini menunjukkan kuatnya ikatan persaudaraan imamat di Keuskupan Agung Pontianak. Selain dihadiri oleh para imam konselebran, Misa Tahbisan Diakon ini turut dihadiri oleh para biarawan dan biarawati, orang tua dan keluarga para tertahbis, serta umat dari berbagai lingkungan. Ritus Tahbisan diawali dengan penyidikan calon diakon (pemeriksaan kesediaan) serta pengucapan janji ketaatan dan janji hidup murni (selibat) di hadapan Uskup dan seluruh umat. Tahbisan dilanjutkan dengan penumpangan tangan secara hening oleh Mgr. Samuel Oton Sidin, OFMCap dan Mgr. Agustinus Agus di atas kepala para calon diakon, disusul dengan pembacaan Doa Tahbisan yang menguduskan mereka bagi pelayanan Gereja. Masa Diakonat merupakan masa pelayanan seorang diakon —tingkat pertama dalam jenjang tahbisan suci—yang berlangsung minimal 6 bulan sebagai persiapan akhir sebelum akhirnya menerima tahbisan imamat (imam). "Kendati Diakonat mereka sifatnya sementara, namun hakekat Diakonat tersebut sebagai perwujudan tugas pelayanan Kristus Servus, berlaku seumur hidup", jelas Mgr. Samuel Oton Sidin, OFMCap dalam homilinya. Suasana haru dan syukur mewarnai momen pemasangan stola diakonal dan dalmatik oleh Mgr. Samuel didampingi oleh ketua Unio Keuskupan Agung Pontianak serta Provinsial Kapusin Pontianak, yang menandai busana resmi pelayanan liturgis mereka selama masa Diakonat. Selanjutnya, Bapa Uskup menyerahkan Kitab Suci (Evangeliarium) kepada para diakon baru sebagai simbol amanat untuk mengimani pada apa yang dibaca, mengajarkan apa yang diimani, dan melaksanakan apa yang diajarkan. Setelah Misa Tahbisan, Mgr. Samuel Oton Sidin membacakan pengumuman penugasan dan tempat penempatan pelayanan bagi 17 diakon yang baru saja ditahbiskan. Peristiwa suci ini menjadi tanda nyata keberlanjutan karya keselamatan Allah, pembaruan semangat melayani, serta momentum bagi seluruh umat Katedral untuk terus berjalan bersama Gereja dalam warta kasih dan kesaksian iman. Tugas dan Perutusan Para Diakon yang tertahbis selanjutnya akan menjalani masa dan tugas Diakonatnya sebagai berikut : Diakon Silvanus Purnomo akan ditugaskan di Paroki Santo Agustinus Senakin, Keuskupan Agung Pontianak Diakon Dominikus Irpan akan ditugaskan di Paroki Santo Christophorus Sungai Pinyuh, Keuskupan Agung Pontianak Diakon Petrus Kalut Kurniawan, OFMCap akan ditugaskan di Paroki Halong, Keuskupan Banjarmasin Diakon Silvester Egi Maryanto, OFMCap akan ditugaskan di Kuasi Paroki Teriak Keuskupan Agung Pontianak Diakon Bernardus Eben Nezer Sembiring, OFMCap akan ditugaskan di Paroki Santa Maria Nyarumkop Keuskupan Agung Pontianak Diakon Christopher Ricky, OFMCap akan ditugaskan di Paroki Salib Suci Ngabang Keuskupan Agung Pontianak Diakon Silvanus Eko, OFMCap akan ditugaskan di Paroki Yohanes Pemandi Pahauman Keuskupan Agung Pontianak Diakon Markus Tasu Kwere, OFMCap akan ditugaskan di Paroki Santa Theresia Rasau Jaya Keuskupan Agung Pontianak Diakon Fransiskus Yoga Adisena, OFMCap akan ditugaskan di Paroki Kristus Raja Sambas Keuskupan Agung Pontianak Diakon Kristian Apriyandi Pernando, OFMCap akan ditugaskan di Rumah Retreat Laverna Sanggau Keuskupan Sanggau Diakon Andreas Pisin, CP akan ditugaskan di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang Keuskupan Ketapang Diakon Fransiskus Dedyanto, CP akan ditugaskan di Paroki Salib Suci Menyumbung Keuskupan Ketapang Diakon Vinsensius De Paolo Sabindo, CP akan ditugaskan di Paroki Santo Petrus dan Paulus Sungai Daka Keuskupan Ketapang Diakon Nobertus Epo, CP akan ditugaskan di Paroki Santo Fidelis Sungai Ambawang Keuskupan Agung Pontianak Diakon Libertus Ragut, CP akan ditugaskan di Paroki Semitau Putussibau Keuskupan Sintang Diakon Petrus Melki, CP akan ditugaskan di Sepotong Keuskupan Ketapang Diakon Patrisius Yoseph Eko Kelen, CP akan ditugaskan di Paroki Terentang Tayan Keuskupan Sanggau (R. Kyato/Komsos)

4 Agustus 2026
Baca →
Katedral Santo Yosef
Katedral Santo Yosef Pontianak Sambut 10 Anggota Baru Lewat Sakramen Baptis
Berita Paroki

Katedral Santo Yosef Pontianak Sambut 10 Anggota Baru Lewat Sakramen Baptis

PONTIANAK – Suasana khidmat menyelimuti Paroki Katedral Santo Yosef Pontianak pada Minggu (2/8/2026). Sebanyak 10 anak resmi diterima menjadi anggota baru Gereja Katolik setelah menerima Sakramen Baptis dalam perayaan yang berlangsung penuh syukur. Upacara sakramen ini dilaksanakan bertepatan dengan Hari Minggu Biasa XVIII, segera setelah pelaksanaan Misa Kudus ketiga pada pukul 08.30 WIB. Prosesi tersebut dipimpin oleh RD. Valerius Hilarion Tjhen Hendra , Pastor Rekan Paroki Katedral Santo Yosef Pontianak. Disaksikan oleh orang tua, wali baptis, dan keluarga, anak-anak tersebut menjalani prosesi pembaptisan dengan air, pengurapan minyak krisma, serta penyerahan lilin menyala, menjadi simbol Cahaya Kristus yang akan menerangi perjalanan hidup iman mereka ke depan. Sakramen Baptis ini merupakan satu dari antara Sakramen Inisiasi dalam Gereja Katolik dan menjadi "pintu gerbang" bagi seseorang untuk memulai kehidupan baru dalam persekutuan Gereja. Melalui rahmat ini, anak-anak tersebut secara resmi memulai langkah awal mereka sebagai pengikut Kristus. Selain sebagai momen religius, perayaan ini menjadi pengingat bagi para orang tua akan tanggung jawab mereka sebagai pendidik iman yang pertama dan utama bagi anak-anak mereka. Gereja berharap agar anak-anak yang telah dibaptis dapat terus bertumbuh dalam iman, pengharapan, dan kasih di bawah bimbingan orang tua serta keluarga. “Saya merasa sangat bersyukur dan bahagia. Hari ini menjadi momen istimewa karena anak kami menerima Sakramen Baptis, memulai hidup baru sebagai anak Allah. Dan ini sekaligus menjadi tanggung jawab yang besar bagi sebagai orang tua untuk mendidik anak kami agar mengenal, mencintai, dan mengikuti Kristus. Semoga Tuhan selalu membimbing langkahnya.” ucap Antonius salah satu orang tua anak yang dibaptis. Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh sukacita, memperkuat kembali komitmen umat dalam mendampingi pertumbuhan iman generasi muda sejak dini. (Aprillio/Komsos)

2 Agustus 2026
Baca →
Katedral Santo Yosef
Hari Kakek Nenek dan Lansia Sedunia Dirayakan di Gereja Katedral Pontianak, Wujud Penghormatan dan Kepedulian kepada Lansia
Berita Paroki

Hari Kakek Nenek dan Lansia Sedunia Dirayakan di Gereja Katedral Pontianak, Wujud Penghormatan dan Kepedulian kepada Lansia

Pontianak - Suasana penuh sukacita dan kekeluargaan mewarnai perayaan Hari Kakek Nenek dan Lansia Sedunia yang digelar di Gereja Katedral Santo Yosef Pontianak pada Minggu, 26 Juli 2026 dalam Misa Kudus pukul 11.00 WIB. Perayaan ini menjadi momentum Gereja untuk memberikan penghormatan kepada para kakek, nenek, dan lansia atas dedikasi serta keteladanan mereka dalam kehidupan keluarga, Gereja, dan masyarakat. Misa Kudus dipimpin oleh RP. Elenterius Bon, SVD sebagai selebran utama didampingi RP. Pius Barces, CP dan RD. Alexius Alex (Vikaris Jendral Keuskupan Agung Pontianak). Dalam homilinya, umat diajak untuk semakin menghargai kehadiran para lansia sebagai pewaris iman, sumber kebijaksanaan, serta pilar penting dalam membangun keluarga yang berlandaskan kasih Kristus. Perayaan Hari Kakek Nenek dan Lansia Sedunia tahun ini mengangkat tema yang ditetapkan oleh Paus Leo XIV yakni "Aku tidak akan pernah melupakan engkau" (Yesaya 49:15). Tema tersebut menegaskan bahwa kasih Allah tidak pernah meninggalkan siapa pun, termasuk mereka yang telah memasuki usia lanjut. Melalui pesan ini, Bapa Suci mengingatkan seluruh umat agar tidak membiarkan para lansia merasa sendirian atau terlupakan, melainkan menghadirkan kasih, perhatian, dan pendampingan bagi mereka. Dalam pesannya, Paus Leo XIV menegaskan bahwa Allah "tidak pernah melupakan" setiap pribadi. Seperti diungkapkan Nabi Yesaya ”wajah setiap orang terukir pada telapak tangan Allah". Oleh karena itu, Gereja dipanggil untuk menjadi tanda nyata kasih Allah dengan menghormati, mengunjungi, mendampingi, dan melibatkan para kakek, nenek, serta lansia dalam kehidupan keluarga dan komunitas. Paus juga mengajak seluruh umat agar menjadikan para lansia sebagai saksi harapan dan sumber kebijaksanaan bagi generasi muda. Usai Perayaan Ekaristi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan acara kebersamaan di aula Gedung Pasifikus Bos Katedral Pontianak sebagai bentuk perhatian dan penghargaan atas perjalanan hidup serta kesetiaan mereka dalam menghidupi iman Katolik. (Aprilio/Komsos)

26 Juli 2026
Baca →
Katedral Santo Yosef
Penuh Syukur dan Keakraban, Umat Katedral St. Yosef Pontianak Gelar Ramah Tamah Pisah Sambut Pastor Kepala Paroki
Berita Paroki

Penuh Syukur dan Keakraban, Umat Katedral St. Yosef Pontianak Gelar Ramah Tamah Pisah Sambut Pastor Kepala Paroki

PONTIANAK – Usai melangsungkan Perayaan Ekaristi Serah Terima Jabatan yang berjalan penuh khidmat pada Rabu, 15 Juli 2026 sore, sukacita umat Paroki Katedral Santo Yosef Pontianak berlanjut dalam acara Ramah Tamah Pisah Sambut. Acara kekeluargaan ini diselenggarakan di Aula Magna, Gedung Pasifikus Bos Lt.3 setelah misa Pelantikan Pastor Kepala paroki Katedral St. Yosef Pontianak pukul 18.00 WIB, sebagai wujud apresiasi dan cinta kasih umat dalam melepas RD. Alexius Alex dan menyambut gembala yang baru, RP. Fransiskus Yosnianto, OFMCap. Berbeda dengan suasana sakral saat prosesi penandatanganan Berita Acara di dalam gereja, malam ramah tamah ini dikemas dengan hangat dan santai. Acara ini turut dihadiri oleh Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Samuel Oton Sidin, OFMCap, biarawan-biarawati, jajaran Dewan Pastoral Paroki (DPP), serta perwakilan umat dari berbagai lingkungan. "Hari ini saya berpamitan sebagai seorang saudara yang membawa pulang begitu banyak kenangan, kasih dan doa dari umat yang saya cintai. Terima kasih karena bapak/ibu, saudara dan saudari bukan hanya telah menjadi umat yang saya layani, tetapi juga telah menjadi keluarga yang membentuk saya menjadi imam yang lebih dewasa. Saya mohon doa agar tetap setia mleayani dimanapun gereja mengutus saya, dan percayalah Paroki Katedral St.Yosef Pontianak akan selalu mempunyai tempat yang istimewa di dalam hati dan doa saya." ujar RD. Alexius Alex dalam sambutannya. Selanjutnya juga diadakan penyerahan berkas Memorandum Inventarium dari RD.Alexius Alex kepada RP. Fransiskus Yosnianto, OFMCap sebagai bentuk pertanggungjawabannya sebagai Pastor Paroki Katedral St. Yosef Pontianak yang lama. Sementara itu, Pastor Kepala Paroki yang baru, RP. Fransiskus Yosnianto, OFMCap, menerima penyerahan tersebut dengan penuh rasa syukur dan menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan tongkat estafet pelayanan pastoral. Beliau turut mengharapkan dukungan, doa, dan sinergi dari seluruh jajaran pengurus paroki beserta umat agar karya keselamatan dan pelayanan gereja di Katedral dapat terus berjalan dengan lancar dan berkesinambungan. Perwakilan Dewan Pastoral Paroki (DPP) juga berkesempatan membacakan Berita Acara Serah Terima Jabatan oleh Sekretaris DPP, Pius Fransiscus. Dilanjutkan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Jabatan oleh RD. Alexius Alex dan RP.Fransiskus Yosnianto, OFMCap. Disaksikan oleh Saksi I, Pius Fransiscus sebagai Sekretaris DPP dan Saksi II, RP. Adiantus Aloysius, CP sebagai Sekretaris Keuskupan Agung Pontianak yang disahkan oleh Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Samuel Oton Sidin, OFMCap. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata dan sesi foto bersama, di mana umat dengan antusias mengantre untuk memberikan salam perpisahan secara langsung kepada RD. Alex, sekaligus mengucapkan selamat datang kepada RP. Yosnianto. Malam ramah tamah ini menjadi penutup yang manis dari seluruh rangkaian serah terima jabatan. Umat pulang dengan membawa harapan baru, mendoakan kelancaran tugas RD. Alexius Alex sebagai Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Pontianak yang diembannya sejak 15 Juni 2026, serta menyambut babak baru pelayanan pastoral di bawah bimbingan RP. Fransiskus Yosnianto, OFMCap. (R.Kyato/komsos)

15 Juli 2026
Baca →
Katedral Santo Yosef
RP. Fransiskus Yosnianto, OFMCap Resmi Dilantik sebagai Pastor Kepala Paroki Katedral Santo Yosef Pontianak
Berita Paroki

RP. Fransiskus Yosnianto, OFMCap Resmi Dilantik sebagai Pastor Kepala Paroki Katedral Santo Yosef Pontianak

PONTIANAK - Gereja Paroki Katedral Santo Yosef Pontianak menggelar Perayaan Ekaristi Serah Terima Jabatan Pastor Kepala Paroki pada Rabu, 15 Juli 2026, pukul 18.00 WIB. Dalam perayaan yang dipimpin Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Samuel Oton Sidin, OFMCap, umat secara resmi melepas Pastor Kepala Paroki sebelumnya, RD. Alexius Alex, dan menyambut RP. Fransiskus Yosnianto, OFMCap sebagai Pastor Kepala Paroki Katedral Santo Yosef Pontianak yang baru. Pergantian kepemimpinan pastoral ini tertuang resmi dalam Surat Keputusan Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak No 202.SK/SKR.KAP/VIII/2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pastor Kepala Paroki St. Yosef Katedral Pontianak yang dibacakan oleh RP. Adiantus Aloysius, CP sebagai Sekretaris Keuskupan Agung Pontianak. Misa pelantikan yang agung ini semakin meriah dan bermakna dengan kehadiran 15 orang imam konselebran yang turut merayakan misa bersama di sekitar altar: 1. RP. Adiantus Aloysius, CP 2. RP. Pius Barces, CP 3. RP. Hermanus Mayong, OFMCap. 4. RD. Saut Maruli Tua 5. RD. Martinus Philipus 6. RP. Donatus Jensi, CDD 7. RP. Innocentius Sialim, OFMCap 8. RD. Antonius Bartolo Medias Arianto 9. RD. Leonardus Yoga Febriano 10. RD. Mikael Ardi 11. RP. Laurensius Prasetyo, CDD 12. RD. Valerius Hilarion Thjen Hendra 13. RP. Joseph Koverino Gedu Blareq, SVD 14. RP. Hironimus H, SVD 15. Father David Siquier Kehadiran para pastor ini menunjukkan kuatnya ikatan persaudaraan imamat di Keuskupan Agung Pontianak. Selain dihadiri oleh para imam konselebran, Perayaan Ekaristi Serah Terima Jabatan ini turut dihadiri oleh Dewan Pastoral Paroki (DPP) Katedral Santo Yosef Pontianak, para biarawan dan biarawati, serta umat dari berbagai lingkungan. Kekhidmatan liturgi semakin terasa melalui pelayanan koor gabungan yang terdiri atas Koor Fransiskus Asisi, Koor Citara Daud, Koor Remaja Caecilia dan Koor Gregorius Agung yang secara bersama-sama mengiringi seluruh rangkaian liturgi. Dalam momen penuh rahmat ini, dijelaskan pula dasar pertimbangan dari pergantian penggembalaan ini. Sebagaimana kita ketahui, RD. Alexius Alex telah resmi diangkat mengemban tugas sebagai Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Agung Pontianak sejak 15 Juni 2026 yang lalu. Mengingat besarnya kesibukan dan tanggung jawab sebagai Vikjen, penataan kembali tugas sebagai Pastor Kepala Paroki dirasa sangat perlu. Sebagai pusat pastoral Keuskupan Agung Pontianak, Paroki Katedral St. Yosef Pontianak senantiasa membutuhkan pelayanan yang efektif, berkesinambungan, dan dikelola oleh seorang gembala yang mampu fokus sepenuhnya. Kehadiran RP. Fransiskus Yosnianto, OFMCap diharapkan dapat mengisi kebutuhan tersebut, mengemban tugas pastoral, liturgis, dan administratif secara penuh, demi kelancaran dan kemajuan umat Katedral. Hal ini selaras dengan Visi dan Misi Keuskupan Agung Pontianak, yakni mewujudkan Gereja sebagai persekutuan umat beriman yang hidup, dinamis, dan misioner di tengah dunia. Sebagai puncak dari rangkaian pelantikan ini, prosesi penandatanganan Berita Acara dan penyerahan simbolis jabatan menjadi tanda nyata keberlanjutan karya keselamatan Allah di tengah umat Katedral. Pergantian penggembalaan ini menjadi momentum bagi umat Katedral untuk terus berjalan bersama Gereja. Dengan pelantikan tersebut, RP. Fransiskus Yosnianto, OFMCap resmi menjalankan tugas sebagai Pastor Kepala Paroki Katedral Santo Yosef Pontianak, sementara RD. Alexius Alex melanjutkan pelayanan sebagai Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Pontianak. (R.Kyato)

15 Juli 2026
Baca →
Katedral Santo Yosef
Resmi Diluncurkan, Website Katedral Pontianak Permudah Umat Akses Informasi dan Layanan Paroki
Berita Paroki

Resmi Diluncurkan, Website Katedral Pontianak Permudah Umat Akses Informasi dan Layanan Paroki

PONTIANAK - Website Katedral Pontianak (https://www.katedralpontianak.com/) telah resmi diluncurkan pada Rabu, 15 Juli 2026. Acara peresmian ini berlangsung di Aula Magna, Gedung Pasifikus Bos Lantai 3 dan diresmikan langsung oleh RD Alexius Alex sebagai Pastor Paroki Katedral St. Yosef Pontianak. Acara ini dihadiri pula oleh anggota Komisi KOMSOS Paroki Katedral St. Yosef Pontianak. Peluncuran website ini menjadi momentum penting dalam menghadirkan media informasi dan komunikasi digital di lingkungan Gereja. Kehadirannya diharapkan tidak hanya menjadi sarana penyebarluasan berita dan informasi, tetapi juga sebagai media evangelisasi yang menghadirkan nilai-nilai Injil di tengah perkembangan teknologi digital. Melalui website ini, berbagai informasi mengenai jadwal misa, pengumuman, berita-berita paroki terkini dapat diakses secara lebih mudah oleh umat maupun masyarakat luas. Selain itu, terdapat fitur pendaftaran perkawinan yang memuat informasi lengkap mengenai alur persiapan data dan proses kanonik bagi para calon pasangan suami istri yang akan melangsungkan pernikahan di Gereja Paroki St. Yosef Pontianak. Bagi umat yang ingin mengenang berbagai perayaan gereja, dapat dengan mudah menemukan kenangannya di menu Galeri Foto. Melalui fitur ini, publikasi momen-momen berharga dari kegiatan paroki dapat diakses dan diunduh secara langsung oleh umat. Dengan demikian, website ini diharapkan mampu memperkuat komunikasi antara paroki dan umat, membangun keterlibatan aktif dalam kehidupan menggereja, serta menjadi wajah digital Paroki Katedral St. Yosef Pontianak yang informatif, inspiratif, dan penuh semangat pelayanan. Kini, seluruh informasi seputar paroki dapat diakses dengan mudah hanya melalui genggaman. Umat dipersilakan untuk mengunjungi dan memanfaatkan berbagai layanan yang ada di situs web resmi Katedral St. Yosef Pontianak. (R.Kyato/Komsos)

15 Juli 2026
Baca →